Robohnya Surau Kami

Posted: 07/10/2010 in Keluarga

Robohnya Surau Kami adalah sebuah kumpulan cerpen sosio-religi karya A.A. Navis. Cerpen ini pertama kali terbit pada tahun 1956, yang menceritakan dialog Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga Negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah. Cerpen ini dipandang sebagai salah satu karya monumental dalam dunia sastra Indonesia

robohnya surau kami

.

Buku Robohnya Surau Kami ini berisi 10 cerpen: Robohnya Surau Kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa ke Masa.

Di dalam setiap cerpennya di buku ini, A.A. Navis menampilkan wajah Indonesia di zamannya dengan penuh kegetiran. Penuh dengan kata-kata satir dan cemoohan akan kekolotan pemikiran manusia Indonesia saat itu – yang masih relevan di masa sekarang ini.

Cerpen “Robohnya Surau Kami” bercerita tentang kisah tragis matinya seorang Kakek penjaga surau (masjid yang berukuran kecil)di kota kelahiran tokoh utama cerpen itu. Dia – si Kakek, meninggal dengan menggorok lehernya sendiri setelah mendapat cerita dari Ajo Sidi-si Pembual, tentang Haji Soleh yang masuk neraka walaupun pekerjaan sehari-harinya beribadah di Masjid, persis yang dilakukan oleh si Kakek. Haji Soleh dalam cerita Ajo Sidi adalah orang yang rajin beribadah, semua ibadah dari A sampai Z ia laksanakan semua, dengan tekun.Tapi, saat “hari keputusan”, hari ditentukannya manusia masuk surga atau neraka, Haji Soleh malah dimasukkan ke neraka. Haji Soleh memprotes Tuhan, mungkin dia alpa pikirnya. Tapi, mana mungkin Tuhan alpa, maka dijelaskanlah alasan dia masuk neraka, “kamu tinggal di tanah Indonesia yang mahakaya raya,tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniyaya semua. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang.” Merasa tersindir dan tertekan oleh cerita Ajo Sidi, Kakek memutuskan bunuh diri. Dan Ajo Sidi yang mengetahui kematian Kakek hanya berpesan kepada istrinya untuk membelikan kain kafan tujuh lapis untuk Kakek, lalu pergi kerja.

Posted: 19/08/2009 in Keluarga

wellcome

11 Januari

Posted: 14/07/2009 in Keluarga
Tag:

Sebelas Januari Bertemu

C F

Menjalani Kisah Cinta Ini

Am G

Naluri Berkata Engkaulah Milikku

C F

Bahagia Selalu Dimiliki

C F

Bertahun Menjalani Bersamamu

Am G

Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku

Am F

Akulah Penjagamu

Am F

Akulah Pelindungmu

Am F

Akulah Pendampingmu

G

Di setiap langkah-langkahmu

C F

Pernahku Menyakiti Hatimu

C F

Pernah kau melupakan janji ini

C F Am G

Semua Karena kita ini manusia

Am F

Akulah Penjagamu

Am F

Akulah Pelindungmu

Am F

Akulah Pendampingmu

G

Di setiap langkah-langkahmu

Chorus:

C G

Kau bawa diriku

Am G

Kedalam hidupmu

C G

Kau basuh diriku

Am G

Dengan rasa sayang

C Am F G

Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku

C Em F

Kau sentuh cintaku dengan lembut

G

Dengan sejuta warna

My Pictures

Posted: 14/06/2009 in Keluarga

adikk1-300x271ibunda-300x200

Dugaan keterlibatan Antasari Azhar (AA) dalam kasus pembunuhan terhadap Direktur Utama PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen (NZ) , berawal dari adanya jejak komunikasi antara para tersangka yang diselidiki pihak kepolisian yang akhirnya diketahui bahwa order pembunuhan terhadap NZ itu bernilai 2 miliar rupiah. Dari jejak komunikasi itu pula petunjuk mengarah pada dugaan keterlibatan AA terlacak.
Baca entri selengkapnya »

UU 9 Th 2009 BHP

Posted: 30/04/2009 in Pendidikan

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:

    1. Badan hukum pendidikan adalah badan hukum yang menyelenggarakan pendidikan formal.
    2. Badan Hukum Pendidikan Pemerintah yang selanjutnya disebut BHPP adalah badan hukum pendidikan yang didirikan oleh Pemerintah.
    3. Badan Hukum Pendidikan Pemerintah Daerah yang selanjutnya disebut BHPPD adalah badan hukum pendidikan yang didirikan oleh pemerintah daerah.

Baca entri selengkapnya »

Took place in Mumbai in front of a jam packed crowd, at the Shanmukhananda auditorium on 11th Sept 2006. He also gave a similar lecture at Jeddah in the last week of September, 2006. Dr. Zakir Naik said that historic records proved that a large number of terrorist acts in the 20th and 21st century were committed by non-Muslims. The so-called global phenomenon of “Islamic terrorism/militant Islam” was a creation of the western governments and their media outlets, he said. Baca entri selengkapnya »