7 Mahasiswa Hilang di Gunung Salak

Posted: 05/02/2009 in Keluarga
Tag:

gn-salak
Tujuh mahasiswa anggota Mapala Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Jakarta hilang di Gunung Salak saat melakukan pendakian.Mereka terdiri atas lima mahasiswa fakultas kedokteran, yakni Dimas Hartanto,18; Trias Mujahid, 21; Tugas Mahardika, 18; M Sofian,21; dan Reza Setya Anggara, 21. Dua lainnya, seorang alumnus dari fakultas teknik informatika Hengky Erlangga,22,dan mahasiswa fakultas hukum 2008 bernama Rezki. Mereka diketahui hilang sejak Minggu (1/2) malam.

Hal tersebut berdasarkan pada komunikasi salah satu mahasiswa pendaki dengan keluarganya yang mengabarkan mereka dalam masalah dan kehabisan logistik.

Pendiri Mapala Tribhuwana Yarsi Hardianto yang ditemui di Universitas Pakuan, Bogor mengatakan, informasi ketujuh mahasiswa Yarsi yang hilang berdasarkan laporan Agung,keluarga Trias. ”Dalam SMS tersebut berisi ‘gua udah sampai puncak sendirian, alas kaki tementemen rusak dan hilang, semua makanan habis, minta bantuan SAR Tribhuwana.Ini Serius’,” ujar Hardianto, mengutip isi pesan singkat yang diterima Agung dari Trias.

Menurut Hardianto, pendakian tujuh mahasiswa Yarsi tersebut dipimpin Hengky. Mereka berangkat dari Jakarta pada 31 Januari malam. Dari tujuh mahasiswa, enam di antaranya anggota Tribhuwana. Sementara satu orang atas nama Trias, hanya berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi. ”Kegiatan mereka di luar agenda rutin Tribhuwana. Mereka mendaki untuk mengisi liburan setelah selesai ujian,” kata Hardianto.

Sebelumnya, Hardianto sempat mengingatkan mereka agar menunda perjalanan liburan karena cuaca sedang tidak bagus. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Bambang Supriyanto mengatakan,tujuh pendaki tersebut diperkirakan berada di puncak satu Gunung Salak yang memiliki ketinggian sekitar 2.110 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dia menambahkan,lantaran pendaki masuk dari Perkemahan Cimelati Sukabumi, para mahasiswa itu diperkirakan menuju atau sudah turun dari puncak satu.

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini memang memiliki dua puncak,yakni puncak satu dan dua. ”Padahal, sejak 1 Januari sampai 31 Maret,pendakian ke Gunung Salak ditutup karena kondisi cuaca yang buruk. Di website TNGHS sudah diumumkan,” ujar Bambang kemarin. Sementara itu,Wakil Rektor III Bidang SDM Universitas Yarsi Isna Indrawati mengatakan, meski para pendaki telah lulus dalam pendidikan dasar (Diksar) Mapala, kegiatan pendakian tersebut tanpa seizin pihak kampus.

Dari informasi yang diperoleh, proses penyelamatan terhalang kondisi medan dan cuaca buruk. Isna mengungkapkan, seorang pendaki bernama Trias telah ditemukan pukul 12.30 WIB oleh tim SAR dengan kondisi masih belum jelas. ”Kami belum mengetahui proses evakuasinya lewat Curug Nangka Bogor atau Cimelati Sukabumi,”ujarnya. (sumber:SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s