Cascading Style Sheets (CSS)

Posted: 04/02/2009 in Wordpress
Tag:

Cascading Style Sheets atau CSS merupakan bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup / markup language. CSS singkatan dari Cascading Style Sheet adalah sebuah dokument yang digunakan untuk mendesain atau mengatur tampilan tata letak sebuah halaman web, CSS ini bersifat embeded pada tag HTML yang artinya menempel atau melekat pada tag HTML.

Dengan CSS ini, kita bisa mengontrol/mengatur seluruh tampilan halaman web dengan hanya sebuah dokument CSS, biasan ekstensi untuk file CSS adalah .css (dot css).
Selain itu, CSS juga dapat menggantikan fungsi tabel dan dapat meminimalkan ukuran file HTML.
Jika kita berbicara dalam konteks web, bisa di artikan secara bebas sebagai : CSS merupakan bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan / desain suatu halaman HTML.Dulu, sebelum CSS menjadi standar untuk mendesain halaman web seperti sekarang, halaman web di desain menggunakan

. jadi dibuat dulu desainnya, dalam format .psd atau jpeg, lalu di slice atau di potong potong menjadi bagian – bagian terpisah. setelah itu dibuat table dengan ukuran yang sesuai, lalu desain tadi di “tempel” pada table sebagai image yang melekat pada tabel, atau sebagai background. Kelemahan dari cara seperti ini adalah, halaman web menjadi berat karena kolom – kolom penyusun table
dan
diberi tambahan atribut image source. Side effect dari hal ini adalah halaman web menjadi padat dan tidak SEO friendly.

Desain dengan tabel :
1. Buat desainnya. menggunakan .psd ( photoshop ) atau .cdr ( coreldraw )
2. buat tabelnya. menggunakana tag

,
dan
3. potong – potong desain sesuai dengan kolom pada tabel, lalu “selipkan” desain pada kolom tabel menggunakan sebagai elemen image tabel atau background.
Dengan CSS, cara kerja ini dirubah. Anda membuat halaman HTML, lalu anda berikan identitas pada bagian2 tertentu dengan tag
baik itu menggunakan atribut id
atau class
. Lalu anda buat satu file css, bisa di selipkan pada bagian atau dalam file berbeda dan di hubungkan dengan tag . File CSS tadi memberikan nilai dan definisi pada bagian tertentu dari halaman html tadi yang diberikan identitas melalu tag
.
Desain dengan CSS :
1. Buat halaman web, beri identitas pada bagian yang diinginkan menggunakan tag
Buat halaman web
2. buat file css, beri nilai dari definisi untuk identitas yang diinginkan
Beri Nilai dan Definisi Untuk Identitas
3. hubungkan CSS pada halaman yang dimaksud. bisa ditaruh diantara , atau dibuat file terpisah dan dilink menggunakan tag pada area
Kelebihan penggunaan CSS :
1. halaman web menjadi tidak padat, hingga halaman web menjadi SEO friendly
2. anda dapat dengan mudah mengganti tampilan web dengan cukup mengganti nilai dan definisi pada pada satu file CSS saja.
3. Ukuran file lebih kecil
4. Load file lebih cepat
5. Dapat berkolaborasi dengan JavaScript
6. Pasangan setia XHTML
7. Menghemat pekerjaan tentunya, dimana hanya membuat 1 halaman CSS.
8. Mudah mengganti-ganti tampilan dengan hanya merubah file CSS nya saja.
Dan banyak lagi yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s