Sunan Bayat dan Syeh Domba

Posted: 01/02/2009 in Religi
Tag:

Written by Asep Nurbantaka

Pandanaran yang menjadi Sunan Bayat, dianggap sebagai tokoh agama Islam yang dihormati. Meskipun diberi julukan Sunan, ia tidak masuk dalam sembilan orang Walisongo, penyebar agama Islam di Jawa. Konon, beliau adalah orang kaya dari kota Semarang, Jawa Tengah. Ia hidup di abad 15 – 16.
gprsunanbyt
Semula Sunan Pandanaran adalah orang yang selalu mendewakan harta keduniawian, sampai suatu saat beliau bertemu dengan Sunan Kalijaga, salah seorang Walisongo. Berkat bimbingan dan ajaran-ajaran Sunan Kalijaga, Ki Ageng Pandanaran bisa disadarkan dari sifatnya yang buruk itu yang akhirnya Sunan Pandanaran berguru kepada Sunan Kalijaga dan menyamar sebagai penjual rumput.

Sunan Kalijaga menyarankannya untuk pergi ke Bayat, sekitar 100 kilometer ke arah tenggara kota Semarang, tanpa membawa harta, akhirnya Sunan Pandanaran berangkat bersama istrinya, Namun, diam-diam tanpa sepengetahuannya, sang istri membawa tongkat bambu yang di dalamnya dipenuhi permata. Dalam perjalanan mereka dihadang oleh kawanan perampok yang dipimpin oleh yang namanya sekarang disebut Syekh Domba.
sunanbayatSiapakah Syekh Domba..?? konon kisahnya dia seorang begal atau perampok yang kejam dan siapa saja yang jadi korbannya apalagi melawannya maka dia tak segan-segan membunuhnya dan entah berapa banyak yang telah dibunuhnya hanya bertujuan mengumpulkan harta benda hasil rampokannya sebanyak mungkin demi kebutuhan bekal hidupnya, yang kemudian suatu hari dia menghadang Sunan Pandanaran untuk dirampok, maka terjadilah perkelahian dan untung saja pasangan suami istri ini berhasil mengatasinya akhirnya Allah SWT murka kemudian dia berubah menjadi sebuah mahluk dengan perawakan manusia tetapi berkepala domba.
Setelah terjadi demikian, akhirnya dia menyadari dan menyesal dengan segala perbuatannya, kemudian menyatakan diri sebagai pengikut Sunan Pandanaran yang kemudian dibawa oleh Sunan Pandanaran ke gurunya yaitu Sunan Kalijaga yang akhirnya kepala dia berubah kembali menjadi kepala manusia seperti semula kemudian dia menetap di Bayat. Tugas Syeh Domba adalah mengisi air wudhu pada padasan atau gentong. Di Bayat, Ki Ageng Pandanaran mendalami ajaran agama di bawah bimbingan Sunan Kalijaga, sehingga ia pun lalu dapat mengajarkannya pada orang lain dan mendapat sebutan Sunan Bayat.

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Makasi ats pengetahuan nya…

  2. PUSAR ICA 16 mengatakan:

    SUBHANAALLAH

  3. Adik mengatakan:

    makasih atensinya

  4. agus yulianto mengatakan:

    kok muridnya sunan pandanaran
    syeihk kewel g d’riwayatkan????

  5. Gmana sejarahnya mengatakan:

    Konon sunan bayat itu muridnya sunan kalijaga.dan dia menyebarkan agama di bayat.

  6. Anonim mengatakan:

    menurut legenda dia berwujud kepala kambing karena dia selalu ngoceh terus tapi gak berani bertindak oleh pandanaran di sumpahin bertindak laksana kambing.bukannya berkelahi

  7. bagus mengatakan:

    subhanallah

  8. Anonim mengatakan:

    benarkah putra syeh domba bernama syeh sholehudin dan putrinya nyai hajjah wardani…?

  9. syaih maulana ridwan mengatakan:

    bagus banget ceritanya memberi ku ajaran baru

  10. Anonim mengatakan:

    Cerita Religi

  11. Asep Nurbantaka mengatakan:

    Dari Pengajian Ridho Allah – Depok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s