PROSEDUR LAYANAN IPv4 ANGGOTA APJII

Posted: 30/01/2009 in Webhost
Tag:

1. HIRARKI IPv4
—————-
Terdiri dari 32 digit Biner (Bit).

Penulisan bilangan IPv4 sesuai RFC1519 menggunakan bilangan Desimal (0 – 9).
Pembagian IPv4 saat ini sudah tidak lagi berdasarkan kelas A,B,C,D & E
melainkan menggunakan prefix CIDR (menggunakan simbol ‘/’) atau biasa disebut dengan Prefix.

2. BERAPA TOTAL ADDRESS DALAM /24 IPv4 ?
—————————————-
IPv4 memiliki total bit maksimum sebesar: 32 bit.

Untuk setiap /24 yang dialokasikan APNIC misalnya, berarti cara menghitungnya adalah:
2(32-24) = 28 = 256 Address.

Selengkapnya mengenai daftar Prefix CIDR, dapat dilihat pada bagian �Tabel Host-Address� pada akhir dokumen ini.

3. BERAPA ALOKASI MINIMUM DARI APNIC KEPADA ISP ANDA:

———————————————————
Mengacu pada ketentuan yang ada pada http://www.apnic.net/docs/policy/add-manage-policy.html
Setiap ISP yang akan merequest IPv4 ke APNIC akan dialokasikan sebesar /21 atau 2048 Address.

4. APA PERSYARATAN MINIMUM
————————–
Sesuai policy yang berlaku saat ini di APNIC, ada sejumlah persyaratan awal yang harus dipenuhi untuk merequest IPv4:

– Sesuai dengan RFC yang terkait dengan Best Current Practise (alokasi & assignment IP address yang hemat secara teknis).
– Rencana Assignment sesuai dengan RFC 2050 serta Ketentuan APNIC, http://www.apnic.net/docs/policy/add-manage-policy.html
Selain itu, setiap ISP yang akan me-request IP dari APNIC harus memenuhi seluruh persyaratan ALOKASI AWAL berikut:
– Telah menggunakan IP dari Upstream Provider sebanyak /23 atau setara dengan 2 Blok kelas C atau menunjukkan kebutuhan IP sebesar 25% pada keadaan Initial(awal). 80 % dari IP Address yang didapat dari Upstream/Service Provider anda sudah harus digunakan, sebelum meminta alokasi awal maupun alokasi tambahan.
– ISP anda akan membutuhkan IP sebesar /22 atau setara dengan 4 Blok IP untuk kurun waktu 1 tahun yang dibuktikan dalam Form IP-Request / Network-Plan.

– Dalam pengisian Form ini,harus memenuhi ketentuan & aturan yang berlaku di APNIC.
– Menunjukkan komitmen untuk segera melakukan Renumbering/penomoran Ulang/ pergantian IP dari IP Upstream ke IP APNIC yang telah dialokasikan kepada anda segera setelah IP anda di Approved oleh APNIC.

5. BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN IPv4 UNTUK PERTAMA KALINYA?
———————————————————
Bila ISP anda memenuhi ketentuan diatas, maka dapat melakukan request IPv4 kepada APJII dengan ketentuan:
– Telah memiliki Account di keanggotaan APJII.
– Telah memiliki Account-Name di keanggotaan APJII-ID (untuk IP address).

Bila hal-hal diatas belum terpenuhi, dapat menghubungi bagian Membership APJII membership@apjii.or.id� untuk memproses hal-hal diatas.
Selain itu ada sejumlah �Persyaratan Teknis� lainnya yang harus dipenuhi untuk mendapatkan alokasi IPv4 dari APJII:

a. Mengisi Formulir IPv4 http://www.apjii.or.id/layanan/isp-address-request.txt
b. Melampirkan dalam formulir tsb Deployment Schedule atau jadwal pembangunan / pengembangan untuk 1 bulan, 6 bulan & 12 bulan (dilampirkan pada body email bukan dalam bentuk attachment).
Contoh dapat dilihat pada http://www.apjii.or.id/layanan/deployment.txt

c. Mengirimkan Network Diagram ISP anda, dalam bentuk attachment.
d. Surat/Email Notifikasi dari Upstream Provider/ISP anda, bila Organisasi anda menggunakan IP address mereka, tetapi tidak terregister di Whois APNIC http://www.apnic.net/apnic-bin/whois.pl .
e. Mengirimkan bukti pembelian perangkat berupa Invoice ,baik melalui fax maupun attachment dari jenis perangkat yang membutuhkan IP Address Publik seperti: Router, Switch, Dial-in RAS, Server,dll.

NOTE: untuk attachment, format file: JPG, BMP atau GIF dan jangan menggunakan format file lainnya.
Kesemuanya dikirimkan ke via email ke Hostmaster APJII.

Request anda akan diproses oleh Hostmaster APJII dan akan dievaluasi apakah sudah memenuhi policy yang ada.
Bila semua persyaratan telah terpenuhi, hostmaster APJII akan meneruskan request anda kepada APNIC. Sesuai dengan kebijakan yang berlaku saat ini http://ftp.apnic.net/apnic/docs/operational-policies-nirs.txt , seluruh pool IP address dipusatkan di APNIC.

Bila ISP anda tidak memenuhi kriteria yang ada, maka disarankan bagi ISP anda untuk meminta assignment IP Address dari Upstream/Service Provider lainnya sebagaimana tercantum pada Ketentuan APNIC yang ada.
ISP anda dapat kembali melakukan request IP Address dari APJII/APNIC bila telah memenuhi ketentuan diatas.

6. PROSEDUR MENDAPATKAN ALOKASI IPv4 TAMBAHAN
———————————————
Bagi ISP yang akan membutuhkan tambahan IPv4 Address atau disebut dengan On-going Request IPv4, ada sejumlah hal yang harus dipenuhi:
a. Email kontak yang mengirimkan formulir sama dengan yang terdaftar di database APJII. Bila tidak sama, APJII akan meminta informasi kontak teknis paling baru untuk korrespondensi dengan hostmaster APJII.
b. Menyelesaikan biaya-biaya yang terdapat pada point.7.
c. Memenuhi �Persyaratan Teknis� pada point.5
d. Hostmaster APJII akan melakukan verifikasi terhadap data-data admin-c, tech-c dan maintainer objek apakah sama dengan yang ada di Whois APNIC.
e. IP Address yang diassign untuk setiap infrastruktur:
�� * IP address yang di assign untuk setiap net sesuai kapasitas perangkat.
�� * Tidak ada classful assignment.
�� * Sesuai Best Current Practice (seperti penggunaan DHCP, name-based hosting, IP unnumber..dsb)

f. Semua Assignment & Sub-delegasi didaftarkan di Whois APNIC dan sama dengan yang dicantumkan di Formulir IP Request, melalui Prosedur Second Opinion.
g. Besarnya alokasi berikutnya didasarkan pada:

�� * Utilisasi alokasi IP Address sebelumnya.
�� * Network Plan
�� * Mengikuti Prosedur & Kebijakan APNIC/APJII.

7. BIAYA-BIAYA:
—————
Biaya yang akan dikenakan terkait dengan request IPv4 ini adalah:

– Iuran Tahunan APJII-ID.
– Biaya alokasi IPv4, dibayarkan satu kali setelah ada approval dari APNIC.
Perhitungan biaya ini didasarkan pada tabel Host-Address.
Misalnya Untuk /20 :
US$ 0.03 x 2^(32-20)= US$122,88

Informasi selengkapnya mengenai hal ini dapat menghubungi Bagian Billing Sekretariat APJII: billing@apjii.or.id
8. LAMANYA PROSES:
—————–
Hostmaster APJII akan mengusahakan jawaban atas request anda dijawab dalam kurun waktu kurang dari 1 hari kerja atau akan dijawab secepatnya.

Sedangkan untuk proses di APNIC saat ini adalah 2 hari kerja.
Semua proses korrespondensi dengan APNIC harus melalui hostmaster APJII.
Semua dokumen, data-data ataupun informasi yang dikirimkan kepada kami, dijamin kerahasiaannya.Mengenai hal ini, dapat mengacu pada Perjanjian Kerahasiaan yang dianut oleh Sekretariat APJII.
Untuk mempercepat proses, lampirkan informasi teknis & dokumen yang diminta sedetail mungkin.
REFERENSI:
———-
– RFC2050, http://www.ietf.cnri.reston.va.us/rfc/rfc2050.txt
– RFC1519, http://www.ietf.cnri.reston.va.us/rfc/rfc1519.txt?number=1519
– RFC Sourcebook IPv4, http://www.networksorcery.com/enp/protocol/ip.htm
– Kebijakan Umum Alokasi & Assignment IPv4 Address untuk wilayah Asia Pasifik,
http://www.apnic.net/docs/policy/add-manage-policy.html
– Operational Policies for NIR in the APNIC region.
http://ftp.apnic.net/apnic/docs/operational-policies-nirs.txt
– TABEL HOST ADDRESS (CIDR):
2(32-n) = host address; dimana n = prefix CIDR.
/32 = 1 host address
/30 = 1 – 2 host address
/29 = 3 � 6 host address
/28 = 7 – 14 host addresses
/27 = 15 – 30 host addresses
/26 = 31 – 62 host addresses
/25 = 63 – 126 host addresses
/24 = 127 – 254 host addresses
/23 = 255 – 510 host addresses
/22 = 511 – 1022 host addresses
/21 = 1023 – 2046 host addresses
/20 = 2047 – 4094 host addresses
/19 = 4095 – 8190 host addresses
/18 = 8191 – 16382 host addresses
/17 = 16383 – 32766 host addresses
/16 = 32767 – 65534 host addresses
==============================================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s