Kesehatan

Posted: 17/01/2009 in Keluarga
Tag:

Ternyata Minum Teh Sangat Bermanfaat Buat Kesehatan

Teh, atau Tea (Inggris), atau Ocha (Jepang), atau Chao (Rusia) atau cai enteh (sunda) atau sebutan lainnya, tetap saja adalah seperti minuman teh yang kita kenal sehari-hari.
Bermacam jenis teh yang biasa dijadikan minuman diantaranya teh hijau, teh hitam dan teh merah.
Sesuai perkembangannya, saat ini dikenal juga teh jenis lain seperti Teh Rosella yang berasal dari tanaman Hibiscus Sabdariffa, teh Cambucha yang terbuat dari jamur teh dengan rasanya yang asam segar dan sedikit beralkohol, atau teh Rooibos yang berasal dari Afrika dan dikenal juga sebagai African Red Tea karena warnanya yang kemerahan. Ternyata dari semua jenis teh itu, seluruhnya diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.
Jenis teh yang mudah dicari di toko namun memiliki kandungan nutrisi dan antioksidan cukup tinggi adalah teh hijau yang berasal dari tanaman camellia Sinensis. Dari daun teh ini dapat dihasilkan teh hijau, teh oolong atau teh hitam. Yang membedakan ketiganya terletak pada cara pengolahannya saja, yaitu:

Teh Hijau (green tea) merupakan hasil pengolahan daun teh yang tidak mengalami fermentasi sama sekali, proses pengeringannya dilakukan dengan cara dijemur, atau disangrai atau bisa juga dipanggang dan bahkan distim kering. Sehingga daun teh jenis ini bila diseduh dengan air panas akan mengembang.

Teh Oolong, merupakan teh yang mengalami separuh fermentasi.

Sedangkan Teh hitam adalah hasil fermentasi dengan durasi penuh.

Kandungan senyawa apa saja sih yang ada pada Teh hijau?
Menurut para akhli yang telah melakukan penelitian, pucuk daun pada lingkar atas pertama ternyata mengandung polifenol, senyawa antioksidan bioflafonoid penting seperti katecin, epikatecin, epikatecin galat, proanto-sianidin, dan epigallokatecin galat ( EGCG) —-nah lho apaan ya—-??, yang ternyata adalah merupakan senyawa antioksidan paling aktif untuk memberantas radikal bebas pencetus sel abnormal (sel kanker). Selain itu Teh hijau juga mengandung vitamin C, B1 dan B2, tannin, lignin, protein dan klorofil.
Hasil uji klinis membuktikan bahwa khasiat yang diperoleh dari teh hijau adalah:
Antioksidan EGCG minimal 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C, dan 25 kali lebih efektif dibandingkan vitamin E dalam melindungi sel dan DNA dari kerusakan yang ada kaitannya dengan kanker.
Penelitian lainnya yang dilakukan di Norwegia terhadap 20.000 orang pria & wanita, dan 1.306 relawan Jepang membuktikan bahwa senyawa katekin dalam teh, dapat mengurangi pembentukan plak pada pembuluh darah koroner pemberi oksigen dan makanan pada otot jantung, karena teh hijau mampu mengendalikan kolesterol pada pembuluh darah arteri penyebab penyakit kardiovaskuler atau serangan jantung, mampu mengendurkan hipertensi penyebab stroke dan serangan jantung dan penyakit degeneratif lainnya.
mampu meningkatkan aktivitas insulin yang berguna bagi penderita diabetes
Kumur2 dengan air teh setelah makan, mampu mengurangi pembentukan karang gigi (plak) dan mencegah karies gigi, kumur sebaiknya dilakukan ½ jam setelah makan untuk memberi kesempatan enzim-enzim di air liur mencerna sisa makanan yang tertinggal di rongga mulut.
Hasil penelitian di University of Tokyo Jepang yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, menunjukkan dosis tinggi teh hijau mampu memerangi penyebaran virus AIDS
Antioksidan dalam Teh hijau telah lama dikenal berkhasiat mengobati kanker serta infeksi karena baktreri. Hasil penelitian di Swedia terhadap lebih dari 60.000 wanita selama 25 tahun yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine edisi 26 Desember 2006 menunjukkan bahwa minum 1 cangkir teh hijau atau teh hitam sehari maka risiko kanker ovarium akan berkurang 24%, bahkan bila minum 2 cangkir teh sehari konon akan berkurang 48%.
Menambah porsi minum teh hijau atau teh hitam tidak memberikan efek samping yang merugikan selama dikonsumsi dalam dosis yang dianjurkan yaitu 1-2 cangkir per hari. Teh hijau juga tidak menimbulkan efek samping atau keracunan, namun karena teh hijau juga mengandung kafein (meskipun kadarnya masih lebih kecil dibandingkan dengan kafein kopi), maka dapat menimbulkan insomnia, jadi sebaiknya jangan diminum malam hari. Teh hijau juga sebaiknya disajikan plain, tanpa gula atau susu karena dapat menghilangkan manfaatnya .
Penyajian teh hijau sebaiknya dilakukan dengan cara menyeduh dengan air panas suhu 80 derajat C (bukan air mendidih). Bila menggunakan kantung teh, segera angkat setelah diseduh selama 3 menit.

Jadi… bagi yang belum menjadi peminum teh hijau, marilah mencoba mencari solusi sehat yang relatif murah meriah
Teh, minuman bangsa-bangsa di dunia (prawoto Indarti)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s